Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah ke zona merah mengiringi kejatuhan mayoritas bursa Asia. Pasar saham Tanah Air hari ini dibuka turun tipis 34,21 poin atau 0,71% ke level 4.800,36.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup berkurang 0,82% atau 39,74 poin ke level 4.834,57 saat seluruh bursa Asia ditutup merosot ke zona merah terimbas hasil referendum Brexit yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa (UE).

Berdasarkan data Reuters, Senin (27/6) bursa saham Asia pada awal pekan tercatat masih tertekan saat poundsterling jatuh lebih dari 2% di awal perdagangan hari ini. Sebelumnya pasar modal global mencetak penurunan terbesar dalam hampir lima tahun terakhir setelah Inggris memilih untuk tidak lagi menjadi anggota UE.

Meski telah mereda, tetapi tetap menjadi sentimen negatif dan perdagangan masih belum stabil. ??Adapun indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang menurun 1,2% dalam? perdagangan volatile saat perusahaan asal Inggris masih berada di bawah tekanan. Indeks Nikei Jepang naik 1,8% setelah kejatuhan 7,9% pada Jumat, kemarin mengikuti membaiknya indeks Shanghai yang bertambah 14,76 poin atau 0,52% ke level 2.869,04.

Di sisi lain, ?pelemahan masih terjadi pada indeks Hang Seng dengan penurunan 0,91% ke level 20.075,12 dan Straits Times menyusut 12,10 poin ke level 2.723,29. Di seberang selat Korea, indeks Kospi juga memerah atau turun 0,475 saat pasar saham Australia menguat 0,28% atau 14,70 poin ke level 5.207,50.

Mayoritas sektor saham dalam negeri sendiri bergerak pada jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam terjadi pada aneka industri dengan penurunan 1,63% mengiringi sektor konsumen sebesar 0,54. Sedangkan perdagangan menjadi sektor dengan penguatan terbesar 0,77%.

Tercatat, nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp 475 miliar dengan 602 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp 33,7 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp 173,8 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp 140,1 miliar. Tercatat 67 saham menguat, 107 saham melemah dan 65 saham stagnan.

Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) naik Rp 150 menjadi Rp 5.625, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) menguat Rp 45 menjadi Rp 975, dan PT Champion Pacific Indonesia Tbk. (IGAR) bertambah Rp 40 menjadi Rp 350.

Sementara saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp 450 menjadi Rp 65.550, PT Astra International Tbk. (ASII) melemah Rp 100 menjadi Rp 6.600 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) berkurang Rp 75 menjadi Rp 6.975.

Sebagai informasi, perdagangan dari atau ke Indonesia-Inggris tidak perlu dikhawatirkan menyusul putusan negeri ratu Elizabeth tersebut hengkang dari Uni Eropa (Brexit). ?Pasalnya, kegiatan ekspor-impor Indonesia ke negara tersebut relatif kecil jika dibanding dengan negara-negara Uni Eropa secara keseluruhan.

Pasca hengkangnya Inggris dari Uni Eropa mengakibatkan ketakutan-ketakutan tersendiri untuk beberapa negara khususnya mitra dagang Inggris. Pasalnya, selama 40 tahun lebih, ekonomi dan politik Inggris kuat karena menjadi bagian dari Uni Eropa.

Meski Inggris telah memutuskan keluar dari kelompok yang memberikan andil besar untuk negaranya, namun Inggris masih harus membuat kesepakatan-kesepakatan penting lainnya pasca mundurnya negara tersebut dari Uni Eropa. ??Atas dasar itu, Indonesia seharusnya bisa tetap tenang dengan adanya kenyataan tersebut, karena implikasi langsungnya untuk Indonesia tidak signifikan – RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

IT RFB BDG