Bahaya Hepatitis

RIFAN FINANCINDO – Bahaya Hepatitis

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Hepatitis merupakan penyakit radang hati yang sangat berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut 1,4 juta orang meninggal setiap tahunnya karena hepatitis.

Dr dr Rino A. Gani, SpPD-KGEH, Finasim, Ketua Perkumpulan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) menyebut secara umum, ada dua jenis hepatitis berdasarkan keparahan. Pertama adalah hepatitis akut dan kedua adalah hepatitis kronis.

“Hepatitis akut berarti kondisi yang bisa sembuh dalam jangka waktu 6 bulan. Sedangkan kronis itu lebih dari 6 bulan, bahkan bisa menahun,” tutur dr Rino ketika dihubungi detikHealth, baru-baru ini.

Virus hepatitis A, D dan E merupakan virus yang dapat menyebabkan hepatitis akut. Sementara virus hepatitis B dan C biasanya bersifat kronis dan baru disadari ketika sudah dalam tingkat lanjut.

Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan virus hepatitis A dan E bersifat akut sehingga gejalanya langsung terlihat. Gejala umum yang sering muncul meliputi demam tinggi, wajah dan mata menjadi kekuningan, mual dan muntah dan air seni yang berwarna keruh.

Sementara virus hepatitis B dan C tidak memiliki gejala khusus. Namun jika tidak ditangani, virus hepatitis B dan C bisa menimbulkan masalah serius pada hati, bahkan menyebabkan kematian.

“Jika hepatitis B dan C tidak diobati dengan baik bisa membuat penciutan hati (hati mengecil -red) sehingga lama-lama bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati,” urai dr Ari, dihubungi secara terpisah.

Hepatitis kronis yang tidak diobati akan menyebabkan komplikasi yang sangat berat. Sirosis atau kanker hati menyebabkan fungsi hati menurun. Padahal hati merupakan organ penting yang fungsinya menyaring racun dan bakteri yang masuk ke tubuh.

“Jadi kematiannya karena komplikasi berat, fungsi hati menurun. Ketika fungsi hati menurun, bakteri tersebut bisa menyebar ke seluruh tubuh, bahkan ke otak, yang bisa menyebabkan masalah serius,” tandasnya.

Meski begitu, dr Ari menegaskan bahwa baik hepatitis akut maupun kronis bisa diobati. Hepatitis A bisa sembuh dengan sendirinya. Pengobatan pun lebih bertujuan untuk mengurangi gejala seperti muntah dan mual yang dialami pasien.

“Kena hepatitis B dan C juga bukan harga mati karena sudah ada obatnya. Mengalami kanker hati pun bisa diatasi, tergantung dengan penanganan dan kondisinya,” ungkapnya.

 

sumber : health.detik.com

IT RFB BDG