Brebes-Purwokerto macet

RIFAN FINANCINDO – Brebes-Purwokerto macet

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Kemacetan parah yang terjadi di kawasan Brebes ke arah Purwokerto Jawa Tengah melalui Ketanggungan semakin menjadi. Selain itu, kendaraan yang akan menuju wilayah Banyumas juga tidak bergerak.

Menurut seorang pemudik dari Jakarta yang akan menuju Kebumen, Rusli Abdullah (33), pagi ini banyak kendaraan yang mulai kehabisan bensin karena tidak ada SPBU di jalur alternatif Ciledug-Ketanggungan.

“Dari jam 15.00 sampai saat ini belum sampai ke pertigaan dekat tol keluar Pejagan. Saya masih tidak bergerak di Ketanggungan,” katanya, Senin (4/7).

Rusli mengatakan, sengaja keluar Tol Kanci untuk menghindari kepadatan panjang di gerbang keluar Tol Pejagan. Namun, saat masuk wilayah Gebang-Cileduk, tepatnya sebelum daerah Kersana sudah teradang macet.

Karena itu, Ia mengakui saat ini kondisi bahan bakar juga mulai menipis karena SPBU yang berada di Ndelik dan Ketanggungan habis.

“Bensin setengah strip. SPBU yang ada di Ndelik dan Pasar Ketanggungan, bensin habis bis. Banyak mobil matikan mesin karena bensin tipis apalagi saat ini jauh dari permukiman penduduk karena berada di kawasan persawahan,” katanya.

Ia berharap, bisa mendapatkan bahan bakar di wilayah Larangan. Kondisi serupa dialami pemudik dari Jakarta menuju Cilacap, Eva yang terjebak kemacetan sejak keluar Tol Brebes. “Sampai sekarang tidak ada tanda lalu lintas akan bergerak,” katanya.

Kemacetan yang dialaminya terjadi sejak pukul 07.00 pada Minggu (3/7) pagi. Saat ini, diakui Eva, persediaan berupa bekal makanan yang dibawa dari rumah juga menipis.

“Kalau nggak bisa jalan, bisa kehabisan makanan. Karena bekal yang dibawa dari rumah akan basi hari ini. Apalagi sekarang jauh dari permukiman warga, yang ada hanya kebun dan sungai,” katanya.

Baik Rusli dan Eva berharap lalu lintas bisa berjalan lancar. “Saya belum melihat petugas lantas mengatur lalu lintas di wilayah sini. Saya berharap banyak, ada petugas atau relawan yang bisa menghibur anak-anak dan balita yang terpaksa beristirahat di pelataran rumah warga atau masjid,” ujarnya.

 

sumber : merdeka.com

IT RFB BDG