Bursa Asia Variatif

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat dengan kenaikan 0,23 poin ke level 4.897,08 saat bursa saham Asia bergerak variatif. Di sisi lain bursa saham China mengalami tekanan seiring meredanya kecemasan Brexit atau rencana Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa (UE).

Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup bertambah 18,14 poin atau 0,37% ke level 4.896,85. Penguatan pasar saham Tanah Air terjadi saat bursa saham Jepang merosot.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (22/6)? pasar saham Asia masih mengalami tekanan saat poundsterling berdiri kokoh mendekati posisi tertinggi, ketika sebagian investor optimis Inggris akan memilih tetap bertahan bersama UE dalam referendum yang digelar hari ini.

Namun Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami kenaikan 0,2% dalam awal sesi perdagangan hari ini, usai Wall Street terjerembah setelah mengalami kerugian cukup dalam. Adapun indeks Nikkei Jepang tercatat naik sebesar 0,38% atau 60,62 poin ke level 16.126,34 mengiringi Straits Times yang bertambah 0,74% di level 2.806,70.

Pasar tampaknya telah hampir seluruhnya menginginkan Inggris tetap bertahan, hal ini berarti bahwa pasar bergerak dan volatilitas jelang referendum jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Namun demikian, pasar masih gugup dan mungkin selama 24 jam kedepan akan ada beberapa gerakan tajam.

Pelemahan justru terjadi pada bursa saham China ketika indeks Shanghai tertekan 3,16 poin atau 0,11% ke level 2.902,39 dan dalam pergerakannya indeks Hang Seng di awal perdagangan juga sempat menyusut. Selain itu indeks Australia menghijau dengan kenaikan 0,16% ke posisi 5.357,90.

Pada sektor saham dalam negeri pada hari ini dalam pergerakan berada di jalur negatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertanian yang naik 0,99%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor aneka industri yang turun 1,54%.

Tercatat, nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp 1,02 miliar dengan 1,18 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp 5,17 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp 452,6 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp 457,8 miliar. Tercatat 84 saham menguat, 97 saham melemah dan 77 saham stagnan.

Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) naik Rp150 menjadi Rp 5.675, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menguat Rp130 menjadi Rp 4.280 dan PT First Media Tbk. (KBLV) bertambah Rp 35 menjadi Rp 1.395.

Beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp 400 menjadi Rp 65.975, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melemah Rp 125 menjadi Rp 19.975 serta PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp 100 menjadi Rp 6.875.

Di sisi lain, Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir lebih rendah, saat investor fokus kepada referendum Brexit untuk memutuskan apakah Inggris akan tetap bertahan atau tetap menjadi bagian dari Uni Eropa (UE). Di awal sesi perdagangan, beberapa saham AS menunjukkan kebangkitan setelah data penjualan rumah memperlihatkan perbaikan.

Di tambah penjualan ritel dan data perdagangan internasional menjadi sinyal optimis ekonomi pada kuartal kedua. Namun indeks S & P 500 sekali lagi tertekan di level 2.100 saat perhatian utama tertuju kepada referendum Brexit.

Penghasilan mengalami kenaikan, harga minyak stabil dan penguatan penjualan ritel. Kondisi ini dan setelah Anda melewati referendum Brexit, orang akan menaruh uang tunai mereka untuk berinvetasi di pasar ekuitas AS. ??Tercatat Indeks Dow Jones industrial average ditutup jatuh 48,9 poin atau 0,27% ke level 17.780,83. Selanjutnya indeksS & P 500 kehilangan 3.45 poin atau 0,17% ke level 2,085.45 dan komposit Nasdaq melemah 0,44 poin atau 0,22% di level 4.833,32.

Selain Brexit, investor juga terus memantau pidato hari kedua Gubernur Bank Sentral AS atau The Fed Janet Yellen di depan kongres. Dia mengulangi perkataannya untuk meredam risiko krisis, meski mengingatkan bahwa keputusan Brexit akan berimbas kepada perlambatan ke outlook ekonomi.

Sekitar 6,3 miliar saham diperjual belikan pada perdagangan kemarin atau lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,8 miliar selama 20 sesi. Beberapa saham yang mengalami penurunan di antaranya Tesla Motors (TSLA.O) menyusut 10,5% menjadi USD 196.66. Lebih lanjut ada saham FedEx (FDX.N) yang melemah 4,5% menjadi USD 156,51.

Hari ini, Kamis? (23/6), Inggris menggelar referendum bersejarah untuk memutuskan tetap bertahan di Uni Eropa (UE) atau hengkang dari Uni Eropa alias Brexit.? Jajak pendapat terus bermunculan beberapa jam sebelum pemungutan suara referendum dimulai. Rata-rata hasil jajak pendapat sejumlah lembaga survei menyatakan suara pro-Inggris bertahan di UE unggul tipis dari suara pro-Brexit.

Para analis mengatakan, apa pun hasil dari referendum akan membuat Inggris mencetak sejarah di Eropa.? Hasil jajak pendapat akhir ComRes untuk Daily Mail dan ITV News menunjukkan suara pro-Inggris bertahan di Uni Eropa meraih 48 persen atau unggul enam poin dari suara pro-Brexit yakni 42 persen. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

IT RFB BDG