Di Bromo Tak Boleh Pakai Matic

RIFANFINANCINDO – Di Bromo Tak Boleh Pakai Matic

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Upacara adat Kasada yang akan dilaksanakan pada kamis (21/7) besok dipastikan akan mampu menarik banyak pengunjung ke wilayah Bromo. Oleh karena itu, penting bagi para pengunjung tersebut untuk memperhatikan keselamatan mereka terutama dalam perjalanan menuju ke wilayah tersebut.

Dilansir dari Merdeka.com, untuk menuju ke wilayah gunung Bromo, pengunjung disarankan tidak menggunakan kendaraan jenis matic. Selama ini sudah banyak kasus baik kendaraan roda dua maupun roda empat jenis matic yang terperosok, karena rem blong.

“Tidak disarankan penggunaan kendaraan matic. Selama seminggu terakhir ini saja sudah empat kali kejadian. Kendaraan matic terperosok,” kata Tatag Hari Rudhana, Kepala Seksi Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Malang, Selasa (19/7).

Di setiap pintu masuk, pihak TNBTS sudah memberikan imbauan kepada para wisatawan agar tidak menggunakan kendaraan jenis matic. Kondisi jalan yang curam dan berliku membuat rem kendaraan terus bekerja sehingga dalam kondisi ekstrem dapat menyebabkan blong.

“Kekuatan rem tidak bisa menjangkau dengan jalanan yang turun. Kita sudah menganjurkan, termasuk melalui website dan pengumuman di pintu masuk,” katanya.

Pada kendaraan roda dua atau sepeda motor juga sering terjadi hal yang sama karena rem yang terlalu dipaksakan ini.

“Biasanya berhenti sebentar untuk mendinginkan, tetapi karena jalanan halus, pengendara tidak terasa. Sekitar 80 persen kejadian jenis kendaraan matic yang mengalami kecelakaan,” katanya.

Banyak kecelakaan di daerah situ juga dipicu karena pengendara yang tidak mengenal medan. Tidak hanya itu, kondisi pasir yang gembur juga patut diwaspadai.

Sarmin, Kepala Seksi Wilayah I Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengungkapkan, beberapa daerah yang patut diwaspadai. Wilayah tersebut meliputi Desa Ngadas dan Coban Trisula. Kondisi jalanan curam dan berkabut, sangat berbahaya terutama saat kondisi hujan. Begitupun kawasan Jemplang, Lautan Pasir dan wilayah Dingklik yang mengarah ke lautan pasir.

Selain itu perlu diwaspadai juga, kawasan Ranupane sampai Ireng-ireng, Pengolsapi, Bukit Teletabis yang terdapat jalur bekas sungai. Kawasan Widodaren yang sering terjadi kasus mobil terseret air.

Walaupun kondisi Bromo masih belum stabil, masyarakat telah bersiap untuk mengadakan Upacara Adat Kasada pada kamis (21/7). Saat ini, suhu wilayah Bromo berada di titik antara 8 sampai 10 derajat.

Pengunjung Upacara Kasada diharapkan memakai jaket tebal dan berlapis, serta menggunakan masker untuk menghindari abu. Kondisi hotel di sekitar Bromo saat ini juga sudah penuh.

 

sumber : vibiznews.com

IT RFB BDG