Harga Emas Akhir Pekan Mixed

RIFANFINANCINDO – Harga Emas Akhir Pekan Mixed

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Harga Emas berakhir mixed pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat di Amerika Serikat setelah data pekerjaan Amerika Serikat berakhir juga mixed.

Data non farm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan mendorong harga emas berjangka Amerika Serikat.

Nonfarm payrolls naik dengan disesuaikan musiman 287.000 pada bulan Juni, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat mengatakan Jumat (08/07), bulan terkuat memperkerjakan sejak Oktober lalu. Angka tersebut didorong oleh akhir pemogokan di Verizon Communications Inc bahwa badan tersebut telah mengatakan memotong sekitar 35.000 pekerjaan dari payrolls pada bulan Mei.

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus, jatuh serendah $ 1,336.30 per ounce di tengah data pekerjaan, berakhir turun $ 3,70 pada $ 1,358.40 dan sebelumnya terakhir naik $ 5,50 pada $ 1,367.20.

Namun tingkat pengangguran nasional Amerika Serikat naik sedikit lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni, menjadi 4,9 persen, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat.

Hasil ini memberikan harapan paling tidak The Fed Amerika Serikat masih tetap mencermati lebih kanjut kenaikan suku bunga AS.

Dengan hasil ini membuat harga emas spot sedikit melonjak pada akhir perdagangan akhir pekan.

Permintaan safe haven emas spot juga masih meningkat, setelah pasar saham Asia berakhir melemah, khususnya bursa Shanghai yang juga merosot hampir 1 persen.

Harga emas spot diperdagangkan naik 0,46 persen pada $ 1,366.40 per ons, setelah mencapai terendah $ 1,335.68 per ons.

Secara mingguan harga emas spot naik 1,8 persen terdorong masih meningkatnya kekuatiran Brexit dan pelemahan ekonomi global.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan mereka, rata-rata, mengharapkan nonfarm payrolls menunjukkan pertumbuhan 175.000 untuk Juni, dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,8 persen.

Hasil non farm payroll mengirim dolar Amerika Serikat meningkat untuk dua minggu terhadap euro dan menyalakan kembali Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga tahun ini. Kontrak berjangka Fed, yang menyarankan sebelum data pekerjaan melaporkan bahwa pedagang hanya melihat peluang 19 persen dari kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember, sekarang menyarankan kesempatan lebih tinggi.

Sebelumnya Salah satu lembaga keuangan terbesar di Amerika Serikat-ADP (Automatic Data Processing Inc.) malam ini (7/7) melaporkan terjadi penambahan tenaga kerja swasta di negeri tersebut pada bulan Juni, dan merupakan penambahan bulan kedua setelah drop cukup besar pada bulan April lalu. Dari laporan lembaga tersebut terjadi penambahan 172 ribu tenaga kerja pada bulan keenam tahun ini setelah bulan sebelumnya hanya bertambah 168 ribu tenaga kerja. Para ekonom perkiraan penambahan data ADP hanya 158 ribu.

SPDR Gold Trust, emas terbesar di dunia yang didukung exchange-traded fund, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh 0,42 persen menjadi 978,29 ton pada hari Kamis dari 982,44 ton pada hari Rabu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun jika dollar AS terus menguat dengan meningkatnya data non farm payroll AS. Harga emas diperkirakan menembus kisaran Support $ 1,364-$ 1,362, dan jika harga naik akan menembus kisaran Resistance $ 1,368-$ 1,370.

IT RFB BDG