Harga Minyak Mentah Turun Tertekan Sentimen Kekenyangan Pasokan

PT RIFAN FINANCINDO -? Harga Minyak Mentah Turun Tertekan Sentimen Kekenyangan Pasokan

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Harga minyak mentah anjlok pada akhir perdagangan Rabu dinihari tadi karena kekhawatiran tentang kekenyangan minyak global mengimbangi perkiraan untuk penurunan mingguan persediaan minyak mentah Amerika Serikat.

Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat West Texas Intermediate berakhir 25 sen lebih rendah, atau 0,58 persen, ke $ 42,77.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent jatuh 37 sen, atau hampir 1 persen, di $ 45,02 per barel.

Kedua benchmark rally hampir 3 persen pada sesi sebelumnya, mengambil momentum dari rebound akhir pekan lalu setelah WTI jatuh untuk posisi terendah April bawah $ 40 per barel.

Harga mengakhiri kenaikan hari sebelumnya karena melempemnya spekulasi bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen minyak lainnya akan memulai putaran pembicaraan tentang kerja sama harga.

Banyak analis dan pedagang telah memperingatkan kekenyangan di kedua produk minyak mentah dan olahan musim panas ini, terutama menunjuk ke penurunan permintaan untuk permintaan bensin Amerika Serikat meskipun musim puncak untuk mengemudi di Amerika Serikat. Produsen terbesar OPEC juga telah memompa dekat level rekor tertinggi.

Administrasi Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat diperkirakan melaporkan pada hari Rabu penarikan 1,0 juta barel cadangan minyak mentah untuk pekan yang berakhir 5 Agustus, setelah melejit tak terduga dalam dua minggu sebelumnya, analis yang disurvei oleh Reuters mengatakan.

American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok perdagangan, akan menerbitkan laporan sendiri tentang stok minyak Amerika Serikat setelah penyelesaian pasar Selasa, di 4:30 EDT.

Selain rilis data yang dijadwalkan pada hari Rabu, EIA mengatakan pada hari Selasa bahwa penurunan produksi minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan sekitar 700.000 barel per hari, lebih kecil dari penurunan perkiraan sebelumnya dari 820.000 barel per hari.

Dinihari tadi American Petroleum Institute (API) merilis data terbaru persediaan mingguan mencatat peningkatan dari 2.1mn barel dibandingkan dengan ekspektasi hasil penarikan sekitar 1.0mn selama seminggu dan mengikuti penarikan 1.3mn yang dilaporkan pekan lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah tertekan sentimen kekenyangan global. Namun perlu dicermati pergerakan retreat dollar Amerika Serikat semalam dapat mendukung kenaikan harga. Harga diperkirakan akan menembus kisaran Support $ 42,30 ? $ 41,80, dan jika harga meroket akan menembus kisaran Resistance $ 43,30 ? $ 43,80.

 

sumber : vibiznews.com

IT RFB BDG