Harga Minyak Mentah Naik 1 Persen Terbantu Pelemahan Dollar AS

RIFAN FINANCINDO – Harga Minyak Mentah Naik 1 Persen Terbantu Pelemahan Dollar AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Harga minyak mentah naik 1 persen pada akhir perdagangan Jumat dinihari tadi terpicu ekspektasi dolar akan melemah setelah pidato kunci Jumat oleh Ketua Federal Reserve Amerika Serikat Janet Yellen, membuat komoditas dengan mata uang dollar ini lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa pedagang juga terpengaruh data bullish yang dikeluarkan oleh perusahaan pemantauan energi Genscape menunjukkan penarikan lebih dari 313.000 barel pada titik pengiriman Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah berjangka AS selama seminggu untuk 23 Agustus

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 56 sen, atau 1,2 persen, ke $ 47,33. WTI kehilangan hampir 3 persen pada sesi sebelumnya.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik 66 sen menjadi $ 49,71 per barel, setelah menetap turun 1,8 persen pada Rabu.

Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang karena beberapa investor menjual mata uang sebelum pertemuan tahunan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming, di mana Yellen akan berbicara tentang kebijakan moneter AS pada hari Jumat.

Data ekonomi Amerika Serikat baru-baru ini telah menunjuk produktivitas lesu dan inflasi terkendali, menyarankan Fed bisa menunda menaikkan suku bunga. Bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di bulan Desember.

Anggota OPEC akan bertemu di sela-sela Forum Energi Internasional, untuk kelompok produsen dan konsumen, di Aljazair pada 26-28 September.

Ada spekulasi bahwa OPEC dan produsen lain yang dipimpin oleh Rusia akan setuju untuk peredaman produksi pada pertemuan tersebut. Beberapa analis memperkirakan kesepakatan tersebut, menunjuk catatan produksi OPEC dan kecenderungan dengan anggota kunci kelompok, seperti Arab Saudi dan Iran, untuk melindungi pangsa pasar mereka dengan mengorbankan harga.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik jika dollar AS terus melemah menjelang pidato Yellen di Wyoming. Namun sentimen kekenyangan global masih membayangi. Harga diperkirakan akan menembus kisaran Resistance $ 47,80 ? $ 48,30, dan jika harga turun akan menembus kisaran Support $ 48,80 ? $ 48,30.

sumber : vibiznews.com

IT RFB BDG