Jelang Sore, Aussie Dollar Masih Dibayangi Tekanan

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA –Berita forex di hari Kamis(19/5), Aussie dollar masih bergerak dibayangi tekanan pelemahan terhadap greenback meski kondisi pertumbuhan lapangan pekerjaan Australia bergerak stabil untuk periode bulan April tahun ini. Di sisi lain, permintaan dollar AS mengalami peningkatan pasca pernyataan hawkish The Fed menyikap hasil pertemuan kebijakan moneter mereka pada bulan lalu.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, AUDUSD terpantau alami pelemahan 0.11% dengan diperdagangkan pada level 0.7221. Sejak pagi ini, pasangan tersebut telah bergerak menyentuh level low di 0.7192 dan level high di 0.7240.

Stabilnya kondisi pasar tenaga kerja Australia untuk periode bulan April terlihat belum mampu mendongkrak kembali mata uang Aussie dollar untuk alami penguatan terhadap dollar AS. Dalam sebuah laporan dari Australian Bureau of Statistics menyebutkan bahwa jumlah pertumbuhan lapangan pekerjaan Australia mengalami peningkatan sebanyak 10.8K di bulan April dengan meninggalkan tingkat pengangguran bertahan di angka 5.7%.

Bayang ? bayang pelemahan yang dihadapi oleh Aussie dollar terjadi pasca sikap optimisme The Fed dalam menaikan tingkat suku bunga mereka pada bulan Juni mendatang yang disertai?harapan apabila pertumbuhan pasar tenaga kerja dan angka inflasi terus bergerak dekat kepada target mereka.

Sementara itu, perhatian pasar saat ini telah beralih kepada hasil laporan pertumbuhan pasar manufaktur Philadelphia dan klaim pengangguran di wilayah AS. Serangkaian data fundamental ekonomi tersebut dinilai mampu memberikan gejolak pergerakan bagi pasar forex maupun commodity metals global.

Survei ekonom memperkirakan bahwa index manufaktur Philadelphia akan mengalami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 3.5 di bulan Mei. Sedangkan untuk jumlah klaim pengangguran AS diperkirakan turun, yang disesuaikan secara musiman menjadi 275K pada periode akhir 14 Mei.

 

sumber : financeroll.co.id

 

IT RFB BDG