Kebijakan Stimulus Jepang Dipertahankan

RIFAN FINANCINDO – Kebijakan Stimulus Jepang Dipertahankan

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Dolar Amerika Serikat berada pada posisi terendahnya dalam dua minggu ini atas Yen Jepang. Indikator ekonomi Amerika Serikat terkini menunjukkan industri jasa Amerika Serikat berkembang dalam posisi paling lambat dalam enam tahun terakhir ini. Tentu saja ini memupuskan harapan kenaikan suku bunga akan dilakukan oleh The Federal Reserve pada bulan ini.

Indikator ekonomi Amerika Serikat mengecewakan sehingga membuka peluang untuk menunda bagi The FED menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini. Kepercayaan publik bahwa suku bunga akan diputuskan dalam pertemuan FED pada 20-21 September ini menurun dari 32% menjadi hanya 24% saja. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi Dolar Amerika Serikat dan mengalami tekanan sehingga mencatat penurunan terbesar dalam lima minggu ini. Kemungkinan kenaikan suku bunga sempat membesar hingga 42% pada 26 Agustus kemarin, Saat Janet Yellen berbicara di Jackson Hole. Ini merupakan puncak optimisme pasar bahwa suku bunga akan naik.

Dorongan penguatan Yen juga dipicu oleh kabar dari Harian Sankei yang mengkabarkan bahwa anggota dewan Bank of Japan sedang bersilang pendapat mengenai kebijakan komprehensif yang akan diterbitkan dalam pertemuan rutin dibulan September ini. Sementara itu, mantan pejabat tinggi bank sentral juga menyatakan bahwa kebijakan stimulus kemungkinan akan tetap dibiarkan seperti saat ini.

Dolar AS terdepresiasi 0,4% ke 101,61 pada perdagangan hari Selasa setelah sempat dilevel 101,21. Ini merupakan posisi terlemah Dolar Amerika Serikat sejak 26 Agustus. Indek Dolar Amerika Serikat tidak banyak berubah dalam perdagangan hari Rabu, setelah turun 1 persen dihari Selasa. Salah satu katalis yang menjadi pemberat bagi Dolar Amerika Serikat untuk naik atas Yen adalah ketidak yakinan pasar akan sikap BoJ untuk melakukan kebijakan yang lebih besar kembali. Dengan kata lain, pasar menilai BoJ pelan tapi pasti telah kehilangan amunisinya.

Para anggota dewan gubernur BoJ terbelah menjadi dua kelompok. Satu pihak menginginkan suku bunga negatif tetap dijalankan dan mengutamakan untuk belanja obligasi pemerintah. Kelompok lainnya menginginkan ditambahkannya kebijakan moneter lunak lainnya. Sebagaimana dikutip oleh Sankei dari sumber yang tidak disebutkan namanya. Ada harapan memang bank sentral Jepang ini tidak mengubah suku bunga sebagaimana saat ini, dan ditetapkan dalam pertemuan dibulan ini. Hal ini dianggap bisa memberikan ?tekanan yang tidak besar pada fundamental ekonomi Jepang serta lebih memperhatikan resiko yang menyertai dari ekspansi ekonomi yang terjadi.

Diperkirakan perdagangan Dolar Amerika Serikat atas Yen, USDJPY masih akan ada dikisaran ini dalam masa pendek ini. Pertemuan yang dijadwalkan pada 20-21 September ini memang diharapkan bisa mengurangi kebijakan stimulus sejalan dengan ketiadaannya kebijakan lunak baru lainnya. Bank Sentral Jepang secara kuat diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya sebagaimana saat ini. Melihat prospek yang demikian ini, Dolar ? Yen diperkirakan tidak akan bergerak jauh dari garis tengah harga saat ini.

sumber : financeroll.co.id

IT RFB BDG