Lanjutkan Penguatan, IHSG Bertahan di jalur Hijau

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan hari ini makin kokoh di zona hijau dengan kenaikan 2,03 poin atau 0,04% ke level 4.880,75. Di sisi lain bursa Asia tercatat bergerak variatif, jelang referendum Brexit atau rencana Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) dan pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Janet Yellen di depan kongres.

Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup perkasa di zona hijau atau naik 15,18 poin atau 0,31% ke level 4.878,71, pada saat mayoritas bursa saham Asia mengalami tekanan. Pada hari ini seperti dilansir Reuters, Rabu (22/6) pergerakan saham Asia cenderung stabil, meski masih tertekan saat investor gugup menanti hasil referendum Brexit.

Selain itu, Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami kenaikan sebesar 0,1%, meski Nikkei Jepang jatuh ke zona merah dengan pelemahan 0,94% ke level 16.017,22. Sedangkan indeks Shanghai menguat 4,91 poin atau 0,17% ke posisi 2.883,47 saat Hang Seng tergelincir 84,12 poin menjadi 20.584,32.

Di sisi lain, penguatan justru terjadi pada indeks Straits Times dengan penambahan 13,80 poin atau 0,49% ke level 2.803,25 di tengah pelemahan indeks Australia. Perbaikan juga diperlihatkan bursa saham AS dimana indeks S & P 500 meningkat 0,27%, namun masih di bawah posisi tertinggi dalam 11 bulan seperti awal bulan kemarin.

Tercatat, sektor saham dalam negeri pada hari ini dibuka mayoritas berada dalam trek positif. Aneka Industri menjadi sektor dengan penguatan tertinggi sebesar 1.84%, sementara pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti 0,69%.

Sedangkan nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp 857 miliar dengan 1,06 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp 1,83 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp 255,1 miliar dan aksi beli sebesar Rp 253,3 miliar. Tercatat 126 saham menguat, 67 saham melemah dan 65 saham stagnan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menegaskan keseriusan untuk menjadi bursa terbesar di Asean, dalam nilai transaksi dan jumlah emiten. Dengan jumlah emiten banyak dan transaksi tinggi yang mendorong harga saham naik, bursa saham kita akan memiliki market cap (kapitalisasi pasar) terbesar di kawasan dalam empat tahun ke depan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menegaskan keseriusan untuk menjadi bursa terbesar di Asean, dalam nilai transaksi dan jumlah emiten. Dengan jumlah emiten banyak dan transaksi tinggi yang mendorong harga saham naik, bursa saham kita akan memiliki market cap (kapitalisasi pasar) terbesar di kawasan dalam empat tahun ke depan.

Hingga saat ini, Singapura masih menjadi bursa terbesar di Asean, dengan market cap sekitar USD ?640 miliar tahun lalu atau hampir dua kali bursa Indonesia. Kapitalisasi pasar ini merupakan jumlah saham beredar di bursa dikali harga saham. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

IT RFB BDG