Seiring Bursa Regional, IHSG Dibuka Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka kembali menguat 9,26 poin atau 0,19% ke level 4.872,79 mengikuti jejak bursa Asia yang dibuka perkasa di zona hijau. Sementara bursa saham nasional ?kemarin berakhir bertambah 28,39 poin atau 0,59% ke level 4.863,53.

Berdasarkan data Reuters, Selasa (21/6) pasar saham Asia masih melanjutkan tren positif, meski cenderung bergerak tentatif ketika investor bersikap hati-hati jelang referendum Brexit alias rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Meski rilis jejak pendapat terakhir kali memperlihat lebih condong memilih Inggris untuk bertahan.

Sedangkan Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang masih memperlihatkan laju penguatan mengiringi Indeks Nikkei Jepang yang bertambah 63,57 poin atau 0,40% ke level 16.028,87. Hasil positif juga dicatatkan indeks Hang Seng dengan penguatan 0,48% ke posisi 20.608,12 mengiringi kenaikan indeks Shanghai sebesar 17,53 poin ke level 2.906,34.

Pelemahan justru terjadi pada indeks Kospi Korea Selatan sebesar 2,04 poin atau 0,10% ke level 1.979,08. Di Amerika Serikat tercatat Indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 129,71 poin atau 0,73% ke level 17.804,87. Selanjutnya indeks S & P 500 mendapatan tambahan 12,03 poin atau 0,58% ke posisi 2.083,25 dan komposit Nasdaq menguat 36,88 poin atau 0,77% ke level 4.837,21.

Adapun? sektor saham dalam negeri mayoritas mencatatkan keuntungan. Sektor dengan penguatan tertinggi terjadi pada sektor properti yang bertambah 0,98%. Selanjutnya ada sektor industri dasar yang menguat cukup besar 0,36%.

Tercatat, nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp 843 miliar dengan 1,01 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp 82,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp 223,1 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp 305,4 miliar. Tercatat 118 saham menguat, 75 saham melemah dan 92 saham stagnan.

Sebagai informasi, beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp 1275 menjadi Rp 64.675, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) bertambah Rp 50 menjadi Rp 6.150 dan PT First Media Tbk. (KBLV) bertambah Rp 50 menjadi Rp1.400.

Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) menyusut Rp 50 menjadi Rp 3.470, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) melemah Rp 50 menjadi Rp 1.250 serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) turun Rp 25 menjadi Rp 1.635.

Sejalan dengan itu, Bank Dunia mengemukakan pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih lambat tahun ini diperkirakan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia (RI). Di mana Bank Dunia telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar setengah persen dari proyeksi sebelumnya menjadi 2,4%.

Berdasarkan ?laporan Indonesia Economic Quarterly (IEQ), edisi Juni 2016, konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah diproyeksikan akan menopang pertumbuhan Indonesia pada 2016. Kelanjutan reformasi kebijakan dapat membantu mengatasi dampak melambatnya permintaan dan gejolak pasar keuangan dunia.

Sejumlah reformasi kebijakan telah diumumkan sejak September 2015, dan beberapa sektor, khususnya perdagangan dan investasi, mulai mengalami deregulasi (laporan triwulan IEQ berjudul Ketangguhan Berkat Reformasi). Namun, belum dapat dipastikan apakah kebijakaan dilaksanakan dengan baik atau tidak, dan banyak sektor tetap tertutup atau sebagian tertutup untuk investor asing. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 

IT RFB BDG