RIFAN FINANCINDO – Bursa Wall Street Berakhir Mixed

RIFAN FINANCINDO – Bursa Wall Street Berakhir Mixed Terpengaruh Pelemahan Minyak

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Bursa Saham AS ditutup sebagian besar lebih rendah pada akhir perdagangan hari Selasa dinihari tadi, tertekan anjloknya harga minyak mentah yang membuat sektor energi jatuh hampir satu persen, sementara investor memandang ke depan untuk pidato kunci dari pejabat atas Federal Reserve.

Harga minyak mentah AS turun 3,03 persen menjadi menetap di $ 47,05 per barel, sebagai analis meragukan pembicaraan produser yang akan datang akan menyebabkan penurunan kelebihan pasokan.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup sekitar 20 poin lebih rendah, dengan saham Apple dan Johnson & Johnson memberikan kontribusi paling besar untuk kerugian.

Indeks S & P 500 turun sekitar 0,05 persen, dengan penurunan terbesar sektor energi.

Indeks Nasdaq diadakan diadakan tepat di atas garis datar, dengan saham Apple jatuh sekitar 0,8 persen, sedangkan iShares Nasdaq Bioteknologi ETF (IBB) naik hampir 2 persen.

Indeks S & P dan Dow sebentar diperdagangkan positif, namun gagal mempertahankan kenaikan sedikit mereka. Tiga indeks utama bergerak sekitar antara wilayah positif dan negatif sepanjang sesi, dalam volume perdagangan ringan.

Emiten dalam indeks Dow, Pfizer setuju untuk membeli perusahaan obat AS Medivation untuk $ 81,50 per saham, atau sekitar $ 14 miliar. Saham Medivation naik 19,74 persen, sedangkan saham Pfizer berakhir 0,4 persen lebih rendah.

Ketua Fed Janet Yellen dijadwalkan untuk menyampaikan pidato ekonomi AS dan kebijakan moneter pada Simposium Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole, Wyoming, Jumat pekan ini.

Pernyataan Yellen akan disampaikan menyusul retorika hawkish dari Wakil Ketua Fed Stanley Fischer dan Presiden Fed New York William Dudley.

Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga September hanya 18 persen, menurut alat FedWatch CME Group. Namun, harapan untuk kenaikan Desember berada di dekat 50 persen.

Tidak ada laporan data ekonomi utama hari Senin, tapi pembacaan kedua pada GDP kuartal kedua dijadwalkan untuk rilis Jumat.

Treasury AS diperdagangkan lebih tinggi, dengan yield 2 tahun memegang sekitar 0,74 persen dan patokan yield 10-tahun di dekat 1,54 persen.

Dolar datar terhadap sekeranjang mata uang, dengan euro dekat $ 1,132 dan yen dekat 100,27.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 23,15 poin lebih rendah, atau 0,12 persen, di 18,529.42, dengan penurunan tertinggi saham Apple dan saham Visa yang naik tertinggi.

Indeks S & P 500 tergelincir 1,23 poin, atau 0,06 persen, menjadi berakhir pada 2,182.64, dengan sektor energi memimpin enam sektor yang lebih rendah dan sektor utilitas yang naik tertinggi.

Indeks Nasdaq naik 6,22 poin, atau 0,12 persen, ke 5,244.60.

Malam nanti akan dirilis data ekonomi Markit Manufacturing PMI Flash Agustus dan New Home Sales Juli, yang diindikasikan melemah dari hasil sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street lemah jika data ekonomi AS terealisir melemah. Indeks juga akan mencermati pergerakan minyak mentah dan perkembangan bursa global.

 

sumber : vibiznews.com

IT RFB BDG